Motivasi Kerja

Pengertian Motivas Kerja


Motivasi merupakan proses pemberian dorongan kepada anak buah supaya anak buah dapat bekerja sejalan dengan batasan yang diberikan guna mencapai tujuan organisasi secara optimal, pengertian proses pemberian dorongan tersebut adalah serangkaian aktifitas yang harus dilalui atau dilakukan untuk menumbuhkan dorongan kepada pegawai untuk bekerja sejalan dengan tujuan organisasi. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah dalam buku Manajemen SDM (2009:76-78).

Aplikasi teori kebutuhan Maslow dalam organisasi publik perlu didukung oleh sebuah perencanaan yang matang. Bentuk terapan teori Maslow dalam organisasi publik, seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel Bentuk terapan Teori Maslow dalam organisasi public

1. Tingkatan Fisiologis
Bentuk Umum : Makan, Minum, Pakaian, Tempat Tinggal
Bentuk Terapan : Minum, snack, makan siang, kantin yang representatif, seragam yang baik, gaji yang adil dan standar, uang beras, ruang kantor yang sehat, ruang istirahat, MCK yang sehat

2. Tingkatan Keamanan
Bentuk Umum :Jaminan keamanan fisik dan non fisik, perlindungan, stabilitas
Bentuk Terapan :Kondisi kerja aman, alat/teknologi yang aman, asuransi, jaminan karis/ jabatan

3. Tingkatan Sosial
Bentuk Umum :Perasaan memiliki kelompok, berteman, rasa kekeluargaan, persahabatan
Bentuk Terapan :Kelompok hobi, pertemuan arisan, forum silaturahmi, acara-acara informal

4. Tingkatan Harga Diri
Bentuk Umum :Status,kehormatan, penghargaan, pengakuan, reputasi, prestasi
Bentuk Terapan :Kekuasaan, jabatan, promosi, hadiah, penghargaan materil dan non materil, tanda jasa

5. Aktualisasi Diri
Bentuk Umum :Penggunaan potensi diri, pengembangan diri
Bentuk Terapan :Tugas yang menantang, tingkat depresi yang tinggi dalam pengambilan keputusan, peluang berkreasi dan inovasi, program-program pengembangan pegawai.

Sumber : Buku MSDM Konsep Teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Publik



Marihot AMH Manulang dalam buku Manajemen Personalia (2006:165) berpendapat, istilah motif sama dengan kata-kata motive, motip, dorongan, alasan dan driving force. Motif tenaga pendorong yang mendorong manusia untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia, yang menyebabkan manusia bertindak. The Liang Gie berpendapat bahwa motive atau dorongan batin adalah suatu dorongan yang menjadi pangkal seseorang melakukan sesuatu atau bekerja. Menurut arti katanya, motivasi atau motivation berarti pemberian motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan. Sedangkan pengertian dari motivasi kerja adalah pendorong semangat kerja.
Robbins dan Judge (2007) mendefinisikan motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan.
Selanjutnya, Samsudin (2005) memberikan pengertian motivasi sebagai proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan. Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan memperahankan kehidupan.
Mangkunegara (2005,61) menyatakan : “motivasi terbentuk dari sikap (attitude) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di perusahaan (situation). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal”.


Makna Dan Maksud Dari Motivasi Kerja
1) Motivasi Sebagai Pengarah Tuju & Penggerak Tindakan
Perkataan MOTIVASI adalah berasal daripada perkataan Bahasa Inggeris - "MOTIVATION". Perkataan asalnya ialah "MOTIVE" yang juga telah dipinjam oleh Bahasa Melayu / Bahasa Malaysia kepada MOTIF, yakni bermaksud TUJUAN. Di dalam surat khabar, kerap pemberita menulis ayat "motif pembunuhan". Perkataan motif di sini boleh kita fahami sebagai sebab atau tujuan yang mendorong sesuatu pembunuhan itu dilakukan.
Jadi, ringkasnya, oleh kerana perkataan motivasi adalah bermaksud sebab, tujuan atau pendorong, maka tujuan seseorang itulah sebenarnya yang menjadi penggerak utama baginya berusaha keras mencapai atau mendapat apa juga yang diinginkannya sama ada secara negatif atau positif.
Oleh itu, kita boleh definisikan bahawa:
"Motivasi adalah sesuatu yang menggerak dan mengarah tuju seseorang dalam tindakan-tindakannya sama ada secara negatif atau positif."

2) Motivasi Sebagai Pendorong
Tujuan atau motif adalah sama fungsinya dengan matlamat, wawasan, aspirasi, hasrat atau cita-cita. Jadi, wawasan, cita-cita, impian, keinginan atau keperluan seseorang itu malah bagi sesebuah negara merupakan pendorong utama yang menggerakkan usaha bersungguh-sungguh untuk mencapai apa yang dihajatkan.
Lebih penting sesuatu yang ingin dicapai, dimiliki, diselesaikan atau ditujui, lebih serius dan lebih kuatlah usaha seseorang, sesebuah keluarga, organisasi, masyarakat atau negara untuk mencapai apa juga matlamat yang telah ditetapkan.
Jadi, dengan matlamat atau hasrat yang lebih penting atau besar, lebih kuatlah pula dorongan atau motivasi seseorang itu untuk berusaha bagi mencapai matlamatnya.
Oleh itu, bolehlah kita membuat kesimpulan di sini bahawa:
"Motivasi adalah suatu bentuk dorongan minda dan hati yang menjadi penggerak utama seseorang, sesebuah keluarga atau organisasi untuk mencapai apa juga yang diinginkan."

3) Motivasi Sebagai Darjah Kesungguhan
Tahap kepentingan sesuatu yang seseorang ingin capai, memberi kesan terhadap tahap kesungguhannya berusaha. Sungguhpun masa untuk mencapainya agak lama, tetapi jika apa yang dihasratkan itu amat penting, ia akan terus tetap mempunyai keinginan atau kesungguhan untuk berusaha sehinggalah matlamatnya tercapai.
Oleh itu, bolehlah juga kita membuat kesimpulan di sini bahawa:
"Motivasi adalah darjah atau tahap kesungguhan dan tempoh keterusan seseorang, berusaha untuk mencapai tujuan atau matlamatnya."

4) Motivasi Sebagai Stimulator
Seseorang lelaki dan wanita yang sedang saling amat cinta mencintai sehingga telah berjanji untuk hidup bersama, akan berusaha dengan penuh kesungguhan untuk menjadi suami isteri walaupun menghadapi pelbagai halangan berbuat demikian.
Itulah sebab makanya, ramai pasangan yang kita dengar pergi bernikah ke luar negara apabila ada halangan (undang-undang) yang tidak membolehkan mereka mendapat sijil perkahwinan di dalam negara. Seperti kata pepatah Melayu "Nak, seribu daya. Tak nak, seribu dalih."
Di sini dapatlah kita simpulkan bahawa:
"Motivasi adalah stimulasi atau semangat akibat rangsangan atau keghairahan terhadap sesuatu yang benar-benar diingini."

5) Motivasi Sebagai Pemangkin Keberanian
Apabila kita betul-betul dan benar-benar inginkan sesuatu, ketakutan atau kemalasan menjadi perkara kedua - mencapai matlamat akan menjadi perkara utama; maka, keberanian, kerajinan dan ketekunan akan timbul.

Oleh itu, bolehlah kita simpulkan atau definisikan bahawa:
"Motivasi adalah suatu mangkin yang menimbul dan menyeramakkan keinginan, keberanian dan kesungguhan untuk mencapai sesuatu matlamat mencabar yang benar-benar diingini serta diyakini boleh dicapai / perolehi."


Pentingnya Motivasi Dalam Bekerja
Orang-orang yang sukses dalam karir adalah mereka yang memiliki motivasi kerja. Jika seseorang yang memiliki keterampilan begitu memukau, artinya dia memiliki motivasi tinggi untuk menguasai keterampilan itu. Jika seseorang yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan cepat, artinya dia memiliki motivasi kerja yang tinggi. Termasuk mereka yang selalu disiplin bekerja, karena motivasi kerjanya yang luar biasa.

Persaingan kerja bukanlah hal yang mudah. Setiap tahun, akan muncul ribuan tenaga kerja baru yang siap menggantikan posisi Anda. Belum rekan kerja, para pelamar yang datang dari luar negeri, bahkan keryawan di perusahaan pesaing pun bisa mengancam karir Anda jika Anda tidak mampu mempertahankan kinerja yang baik.

*Beberapa faktor yang akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan di sebuah perusahaan yaitu:
1. Faktor kebijakan perusahaan. Melipui gaji, tunjangan, dan pensiun. Dampaknya terhadap motivasi kerja biasanya hanya sekedar untuk bertahan. Tidak memberikan dampak yang begitu besar dalam peningkatakn kinerja. Jadi, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan masalah gaji, pensiun, dan tunjangan untuk memotivasi karyawan untuk mendapatkan kinerja terbaik.
2. Faktor imbalan atau reward. Jika dikelola dengan baik, sistem imbalan atau reward terhadap karyawan yang berprestasi akan meningkatkan motivasi kerja karyawan.
3. Faktor kultur perusahaan, Kultur-kultur yang mengedepankan rasa hormat, kebersamaan, kejujuran, dan keakraban akan meningkatkan motivasi kerja cukup signifikan.
4. Faktor kondisi mental karyawan itu sendiri, Jika seorang karyawan yang memiliki mental yang kuat, dia akan tetap memiliki motivasi kerja meski ketiga faktor diatas kurang mendukung.

*Motivasi dapat dibangkitkan dengan berbagai cara yang antara lain adalah:
1. Memahami manfaat dari suatu aktifitas. Sebagai contoh seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar bahasa Inggris jika dia sudah memahami apa saja manfaat dari belajar bahasa Inggris.
2. Menetapkan tujuan yang baik. Seorang pelajar yang sudah menetapkan tujuan belajar atau cita-cita, akan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelajar yang belum menetapkan tujuan belajar atau cita-cita.
3. Menciptakan suasana yang nyaman di lingkungan belajar atau di lingkungan pekerjaan.
4. Mendapatkan nasehat atau saran dari orang lain dalam belajar atau bekerja dengan penuh kesadaran.
5. Menjalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitar lingkungan kerja, terutama dengan mereka yang terkait langsung dalam kerja sama bersama kita. Hindari permusuhan yang hanya akan membuat hati tidak tenang dan melemahkan motivasi kerja.
6. Mendapatkan sugesti positif dari orang lain di mana sugesti tsb berpengaruh untuk membangkitkan motivasi.
7. Menerima pembangkitan motivasi dari motivator yang tepat seperti orang tua, saudara, guru, konselor, therapis, atau relasi lain yang bisa berperan sebagai seorang motivator.
8. Menghindari hal-hal yang bisa melemahkan motivasi seperti kejenuhan, pengaruh negatif dari orang lain, dan kondisi negative atau tidak nyaman pada llingkungan yang bisa melemahkan semangat belajar atau bekerja.
9. Memperkuat self sugesti atau sugesti pada diri sendiri yang antara lain bisa diperoleh dengan latihan meditasi.
10.Melengkapi berbagai fasilitas yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar atau bekerja.
11.Menanamkan kesadaran bahwa belajar atau bekerja merupakan kegiatan yang bisa digolongkan sebagai ibadah.

Dari sekian banyak cara membangkitkan motivasi tsb, anda perlu lebih mengutamakan untuk membangkitkan motivasi intrinsic, karena motivasi intrinsic akan membuat anda bisa belajar atau bekerja dengan penuh kesadaran tanpa harus diperintah oleh orang lain. Dengan motivasi intrinsic, anda akan menjadi orang yang memiliki inisiatif sendiri dalam belajar atau bekerja. Anda akan menjadi seorang yang mandiri dan selanjutnya andapun akan bisa menjadi orang yang kreatif.



Tips Memotivasi
Cara Memotivasi Jika Anda Adalah Salah Seorang Pekerja/ Memotvasi Diri Sendiri
Meskipun anda sangat mencintai pekerjaan anda, ada kalanya motivasi kerja anda berada pada titik terendah. Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal ini terjadi, namun hal terpenting yang perlu anda ketahui adalah hal ini terjadi pada siapapun pada titik tertentu. Jika anda mengikuti beberapa tips sederhana yang ada di bawah ini, anda bisa mendapatkan kembali hal-hal yang memotivasi anda:
1. Jujurlah Dengan Diri Anda:
Akui bahwa anda kehilangan motivasi dan anda harus melakukan sesuatu. Kejujuran selalu merupakan cara terbaik.

2. Mengapa Anda Berada Disini? :
Sangatlah mudah untuk merasa anda hanya bagian kecil, sehingga anda perlu mengingatkan diri anda mengenai gambaran besar dari yang anda kerjakan. Laporan-laporan yang anda susun mungkin tidak begitu berarti bagi anda namun mereka merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pertumbuhan perusahaan. Sadarilah betapa pentingnya hal-hal yang anda kerjakan setiap hari.

3. Untuk Siapa Anda Bekerja? :
Apakah anda bekerja untuk menafkahi keluarga anda, orang tua anda atau untuk membangun karir anda? Apapun alasan yang memotivasi anda dalam bekerja, cobalah letakkan sesuatu yang menjadi pengingat di meja atau di telepon genggam/tablet anda. Sekarang anda memiliki afirmasi harian sebagai alasan mengapa anda bekerja.

4. Bacalah Buku-buku Motivasi:
Hal ini mungkin terdengar konyol namun membaca buku motivasi yang baik dapat membuat anda bersemangat. Ada banyak buku motivasi tersedia di toko-toko buku dan mungkin salah satunya dapat memiliki dampak yang dramatis pada anda dalam hal motivasi kerja.

5. Hindari Rekan Kerja yang Negatif:
Salah satu penguras motivasi anda dalam bekerja adalah jika anda dikelilingi oleh orang-orang yang negatif. Jika anda merasa anda kehilangan motivasi setelah mendengarkan mereka berbicara, maka anda memiliki masalah. Cobalah untuk meminta relokasi meja kerja dan berikan alasan mengapa anda mengajukan hal tersebut.

6. Poster Motivasi:
Oke, hal ini mungkin sedikit klise dan terdapat banyak situs yang menjadikan hal ini lelucon, namun poster atau pesan motivasi bukanlah ide yang buruk. Tentunya anda lebih memilih untuk dikelilingi oleh pesan-pesan positif daripada negatif kan? Sangatlah mudah untuk menjadi sinis – namun memiliki keyakinan membutuhkan usaha.

7. Bicara:
Jika anda merasa anda bergumul dengan motivasi kerja anda, cobalah untuk membicarakannya dengan rekan kerja yang anda percaya atau bahkan dengan atasan anda – jika atasan anda cukup terbuka untuk membicarakan hal ini. Kebanyakan perusahaan ingin anda merasa bahagia dan produktif dan sangat membantu untuk mengembalikan motivasi anda.

8. Gosip Seputar Kantor:
Hindari, hindari, dan hindari gosip seputar kantor sebisa mungkin. Gosip umumnya berawal dari orang-orang yang tidak memiliki cukup pekerjaan sehingga membuat anda kehilangan fokus pada pekerjaan anda. Gosip seputar kantor tidak memiliki manfaat, sangat merusak dan orang yang anda gosipkan mungkin akan membicarakan anda besok, minggu depan, atau bulan depan.

9. Istirahat:
Jika anda bergumul dengan sebuah masalah pada pekerjaan atau proyek, jangan menghantamkan kepala anda ke dinding – tinggalkan pekerjaan itu selama satu atau dua jam lalu kembali. Istirahat dapat memberikan pikiran anda kesempatan untuk menemukan solusi dari masalah anda – pikiran manusia merupakan pemberi solusi yang sangat luar biasa jika anda memberinya kesempatan.

10. Periksa Postur Anda:
Apakah anda duduk bermalas-malasan pada kursi anda setiap hari? Posisi duduk seperti ini dianggap memberi sinyal psikologis yang salah kepada tubuh anda. Jika postur tubuh anda terlihat depresi dan tidak termotivasi, maka emosi anda juga akan mengikuti postur anda. Cobalah duduk tegak dan perhatikan bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi mood anda secara cepat.

11. Minum Air:
Sangatlah mengagumkan bagaimana dehidrasi dapat menyebabkan anda merasa lelah, malas, dan tidak memiliki inspirasi. 80% tubuh manusia terdiri dari cairan sehingga tubuh anda perlu diisi dengan cairan yang cukup setiap harinya. Minum air beberapa gelas per hari dapat membuat anda merasa lebih bertenaga – air merupakan bahan bakar tubuh anda jadi manfaatkanlah.

12. Selesaikanlah Pekerjaan yang Anda Mulai:
Anda bangun di pagi hari dan jempol kaki anda tersandung. Dasi anda terkena pasta gigi. Lalu mobil anda mogok. Pagi yang luar biasa dan sekarang anda akan menyaksikan hari anda akan semakin buruk.
Keadaan emosi anda dapat anda ubah dengan melihat foto anak anda, binatang peliharaan favorit anda, atau hanya dengan menonton video motivasi (jika hal tersebut diijinkan di tempat kerja anda). Bagi saya, video selalu dapat memotivasi saya dan membuat saya tersenyum.



Cara Memotivasi Jika Anda Adalah Salah Seorang Pemimpin/ Memotivasi Karyawan Anda
salah satu kunci penting memotivasi karyawan adalah menghindari tindakan-tindakan yang membunuh motivasi karyawan. Ini berarti, memotivasi karyawan tidak cukup hanya dengan mendorong karyawan berperilaku motivatif, tetapi juga menjaga diri anda, sebagai seorang manajer, untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat mematahkan semangat karyawan. Sikap negatif anda dapat menghalangi sesuatu positif dari orang lain.

Ada banyak hal yang dapat mengendurkan motivasi karyawan. Yang terpenting berasal dari anda sendiri. Berikut beberapa tips beberapa tindakan yang perlu anda ingat-ingat, karena bila tidak, anda dapat menjatuhkan motivasi karyawan.

1. Jangan mengkritik karyawan di hadapan orang lain:
Ini adalah pembunuh motivasi nomor satu. Jangan permalukan karyawan di hadapan orang lain. Meski anda mengatakan sesuatu yang menurut anda benar, namun mengkritiknya di depan umum, dapat melukai perasaannya. Kritik anda dapat meninggalkan bekas luka dalam yang mengubah motivasi menjadi sakit hati dan dendam berkepanjangan.

2. Jangan menghina/merendahkan karyawan:
Melontarkan kata-kata seperti, "bodoh", "goblok", atau kata-kata penuh hinaan lain adalah tindakan yang harus dihindari jauh-jauh. Berhati-hatilah dengan perkataan anda. Jangan sepelekan orang lain. Mereka takkan melakukan sesuatu yang anda inginkan dengan baik jika anda sendiri menganggap mereka tidak becus.

3. Jangan menganggap karyawan sebagai alat.
Sebagai manajer, anda memang menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan. Namun, jika anda bersikap seolah-olah memperalat karyawan demi tujuan anda sendiri, anda akan kehilangan simpati dan motivasi karyawan untuk mau bekerja pada anda. Libatkan karyawan pada tujuan bersama. Tunjukkan bahwa anda bersama mereka sedang mencapai tujuan demi keberhasilan bersama.

4. Jangan berlaku tidak adil.
Adalah wajar jika anda senang pada karyawan-karyawan terbaik anda. Namun itu bukan alasan untuk berlaku tidak adil. Perlakuan diskriminatif mudah sekali menjatuhkan semangat seluruh karyawan. Terlebih lagi bila anda tak sadar sedang "dijilat" oleh karyawan yang anda sukai.

5. Jangan hanya memikirkan diri sendiri.
Bagaimana perasaan anda saat mendengar atasan membanggakan dan memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Anda mungkin merasa direndahkan secara tak langsung. Atau anda mungkin merasa atasan anda sedang mengambil keuntungan dari anda. Maka, itu pulalah yang dirasakan oleh karyawan anda jika anda hanya berpusat pada diri sendiri dan tak memberikan perhatian pada mereka.

6. Jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan.:
Karyawan membutuhkan sebuah keputusan yang tegas, segera, namun bijaksana dari atasannya. Jika anda tampak bimbang dengan keputusan anda sendiri, karyawan akan merasa lebih bimbang lagi. Ini cepat sekali menjegal motivasi. Bukan hanya itu, mereka mungkin tak lagi mempercayai kemampuan diri mereka sendiri juga anda.

7. Jangan melemparkan tanggung jawab.
Tugas manajer adalah membimbing karyawan agar lebih baik dan berhasil. Salah satunya adalah dengan mendelegasikan wewenang. Tapi itu bukan berarti anda terlepas dari tanggung jawab atas tugas tersebut. Melemparkan tanggung jawab dapat meruntuhkan kepercayaan mereka pada anda sebagai seorang pemimpin. Di saat-saat sulit, tunjukkan tanggung jawab anda. Ini menumbuhkan hormat pada anda.
8. Jangan kaku, namun jangan turunkan standar kualitas anda.
Situasi tidak selalu berjalan sebagaimana diharapkan. Anda harus bersikap tegas, namun jangan diartikan sebagai sikap kaku. Terbuka dan terimalah masukan-masukan dari karyawan anda. Namun, anda tetap harus menjaga standar kualitas yang anda inginkan. Jika anda toleran terhadap sebuah kelemahan, anda menurunkan moral karyawan lain yang memiliki inisiatif tinggi.

9. Jangan menunjukkan ketidakpercayaan.
Kunci memotivasi orang adalah memberikan kepercayaan pada mereka. Sebaliknya, mematikan motivasi karyawan paling mudah dilakukan dengan mencabut kembali kepercayaan itu. Sepatah ucapan yang menunjukkan ketidakpercayaan sudah cukup untuk menyingkirkan motivasi mereka.

10. Jangan acuh tak acuh pada karyawan.
Jika anda ingin meruntuhkan motivasi karyawan, jangan berikan perhatian apa pun pada mereka. Jangan beri umpan balik. Jangan ingat kejadian-kejadian penting dalam hidup mereka. Jangan berikan waktu bagi mereka untuk berbincang-bincang. Jauh lebih mudah mematahkan semangat, ketimbang membangunnya. Untuk itu, hindari hal-hal yang bisa membunuh motivasi karyawan. Dan itu, berarti menjaga tindakan anda sendiri.